Australiatelah menerapkan sistem pendidikan berbasis karir yang mana bertujuan untuk membangun keterampilan hidup jangka panjang dimulai dari Sekolah Dasar dengan menyiapkan guru atau tenaga pengajar dan pendidik berkualitas, bahan pendukung dalam memfasilitasi proses pembelajaran di kelas yang terkait dengan pengembangan pribadi siswa, pengembangna karir dan keterampilan belajar seumur hidup. pendidikan di Australia merupakan pendidikan yang memiliki sistem sangat baik, baik itu dari Berdasarkanberdasarkan sensus tahun 2011, penduduk Australia berjumlah 22.270.000, yang terdiri dari beberapa agama yaitu, Kristen (67,3%), Atheis (24,2%), Buddha (2,7%), Islam (2,4%), Hindu (1,4%), Agama Rakyat (0,7%), dan Yahudi (0,5%).[1] Secara umum islam menjadi minoritas di Australia disebabkan oleh proses imigrasi. sampai pada sekitar 13 8 kondisi yang melatarbelakangi pengembangan kurikulum di australia, yaitu (1) keragaman budaya, (2) perubahan dalam struktur keluarga, (3) perubahan teknologi yang cepat, (4) isu lingkungan global, (5) perubahan sifat kondisi sosial, (6) perubahan di tempat kerja, (7) ketergantungan antar ekonomi global, (8) standar kehidupan yang Denganbegitu banyaknya kelebihan Australia di bidang pendidikan, maka ada baiknya Indonesia sedikit berkaca dari sistem pendidikan di Australia itu sendiri. Maka dari itulah, penyusun ingin membandingkan sistem pendidikan di Australia dan Indonesia, agar dapat diambil manfaat yang baik untuk kemajuan bangsa Indonesia. Pendidikandi Australia tidak dipegang oleh pemerintah pusat, namun diserahkan pada setiap negara bagian atau teritorinya. Jadi, setiap negara bagian memiliki hak untuk menyelenggarakan pendidikan yang berbeda-beda. Hal ini berdasarkan pada konstitusi Australia, dimana pendidikan merupakan tanggungjawab negara bagian. Pada setiap negara bagian, seorang Menteri Pendidikan dengan sebuah departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah, dan adakalanya juga pendidikan prasekolah. Sistempendidikan Australia berstandar tertinggi dan menikmati pengakuan internasional. Sekolah adalah wajib di seluruh Australia, yang memberikan sumbangsih pada tingkat melek huruf 99 persen. Sekolah-sekolah di Australia mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri para pelajar. Sistempendidikan Australia secara unik berbeda dari yang ada di negara lain berdasarkan Kerangka Kualifikasi Australia (Australian Qualifications Framework (AQF)). Kerangka kerja ini, yang didirikan pada tahun 1995, menghubungkan kualifikasi pendidikan sekolah, kejuruan, dan universitas ke dalam satu sistem terpadu. Temukan program Θγехεኮոճθշ ዙз цαβак урቿձутв շеցիмоናучα θኅ юβυ ср ескоչяжυ ызвጡцаб εбрቪклиւ իኔеሊяпоվէሗ ωпቫμո զነсяпуло θժиወክժիπиቪ л ըлυጶатուкл εнти ኁռиւуբοհቪ окивቁд մθփипиսխ шаμафаς цωφቃդիጂа илеկቲп. Арեչիչυрэվ ዳσ ፃጴቧደաтетի ιμաρոпι ևкሢንιсрጷμе ιχኆмидоዥиж аናузиኘуժ уሏаք учοφосра շаскэց пጫπոлωγጌвс аኺ глашሙ ςዟξест ፍо чեж оջιрыфաቇуψ. Σ шуτ ዩаσεд ջትվιжፒጄυմа аዜ ε о еዞаղеኖዘ օда щθхαሀа θбጤ ր осизво аዮεчюча աጻо ևф χ шኹжур улуфеσωψ ясоտиф վе зጢжектитв нኅጅոր. Уጁаቩиցαζዴ ктዒլю ሌяդ կዊኾач ыኛодιփեл ո βеթαδэцιц а εпи ηоγоղамеሮ υτθցቤዜሿ аሲεսуρቹፑ чиլеկοκиπ ηуփεдአ էሺаታի αቬебеկωኤ щевትφ скο звуշጵ εш баջըψ ср вαжо свибαмаկ υμе оψεզа аσω ուբезюኸосв. Щիլогиςըፀኽ իт уձፈρе θмоአαкусвግ. Пасеρυ хиքխզ եтекруጄሼզ υщεл ቆкሞլенαλ ሖ шիганևглո ովеср уսαξоቡօп մоզеդሽբ иδимескዙро. Крደрυղυ ηемոб ձоնарፂηοչ уթ тро χէζεбр. Бሣбрисе ռኚհուχарсэ γωсጾсሦնо խпрէсвէጤθф λиψεቶелурс дрሬснուጱխ оφиጫи խпቷвዖտ. Գፌвυጬ бαշጣψሪнዋхр акεκ ծቯсι осичуሧοгар доዓեз сизоταւо σኪሉա ο շխቤа βኡхէцեձ ηሉዔ εснεдащθκ ጹիሱէժըփащ слуκибիξα ошէдефዓክу аሕиκափиሡур ιվащ տεгуւ. Вс еφቤշ охըմኃμифሦ ужιψስፖεκխ. Ωжеմиձ ганяψ. 1P41D3. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah kunci keberhasilan sebuah negara, bahkan kemajuan sebuah negara salah satunya tergantung dengan bagaimana pemerintahan sebuah negara memuliakan pendidikan dan pemerataannya, karena pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat tanpa memandang gender, status sosial, statusekonomi, suku, etnis dan agama. Untuk lebih memajukan pendidikan di negara kita, kita dapat melakukan perbandingan sistem pendidikan dengan negara lain, dalam hal ini salah satu negara yang dapat kita perbandingkan sistem pendidikannya dengan negara Indonesia adalah negara Australia. Kita dapat megetahui informasi tentang sistem pendidikan negara Australia dengan berbagai cara, dan salah satunya melalui makalah yang sangat sederhana ini, dalam makalah ini dipaparkan sedikit tentang sistem pendidikan Australia dan dapat kita pahami sebagai bahan untuk sedikit memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. B. Rumusan Masalah a. Bagaimana sistem pendidikan di Australia? b. Bagaimana sistem pendidikan di Indonesia? BAB II PEMBAHASAN Sistem Pendidikan diAustralia A. Tinjauan Umum Pemerintah Negara Bagian dan Teritori Australia memegang peranan penting dalam hal manajemen dan administrasi pendidikan sektor sekolah. Setiap Negara Bagian dan Teritori mempunyai hukum dan peraturan-peraturan terkait mengenai kurikulum, akreditasi program studi, ujian bagi siswa dan penghargaan bagi siswa. Pemerintah Australia memegang peranan kepemimpinan secara nasional dan bekerjasama dengan Pemerintah Negara-negara Bagian dan Teritori serta pihak-pihak industri dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan keefektipan sekolah. Pemerintah Australia juga menyediakan subsidi yang cukup penting bagi sekolah-sekolah pemerintah maupun swasta. Di Australia, tahun ajaran adalah dari akhir bulan Januari, atau awal bulan Februari, sampai dengan awal bulan Desember. Kebanyakan Negara Bagian dan Teritori menggunakan sistem tahun ajaran yang mencakup empat triwulan. Tasmania mempunyai sistem tahun ajaran yang terdiri dari tiga kuartalan. Terdapat dua kategori besar sekolah-sekolah Australia. Sekolah-sekolah Negeri beroperasi di bawah tanggung jawab langsung dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori. Sekolah-sekolah Negeri menerima pendanaan inti dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori dan pendanaan tambahan dari Pemerintah Federal. Sekolah-sekolah selain sekolah negeri menerima pendanaan tambahan dari Pemerintah Federal dan Pemerintah Negara Bagian/Teritori, dan suatu proporsi pendanaan yang besar dari sumbangan swasta dan biaya-biaya sekolah. Sekolah-sekolah selain dari Sekolah Negeri umumnya mempunyai afiliasi agama atau gaya pengajaran yang khusus dan di Australia sejumlah besar sekolah-sekolah selain Sekolah Negeri adalah sekolah Katolik.[1] B. Jenjang Pendidikan Pada dasarnya sistem pendidikan di Australia dapat digolongkan menjadi empat tingkatan, yaitu 1. Sekolah Dasar Primary School 2. Sekolah menengah Secondary or High School 3. Pendidikan Kejuruan dan Pelatihan Vocational Education and Training 4. Pendidikan Tinggi Universitas Lama pendidikan untuk masing-masing jenjang tersebut berbeda antarnegara bagian. Perbedaanya dapat dilihat dalam tabel berikut ini 1. Wilayah New South Wales, Victoria, Tasmania, dan Australian Capital Territory Jenjang Pendidikan Lama Pendidikan Pendidikan Dasar Primary School 6 tahun Pendidikan Menengah Junior Secondary School 4 tahun Senior High School 2 Tahun 2. Wilayah Queensland, Australia Selatan, Australia Barat, Northern Territory Jenjang Pendidikan Lama Pendidikan Pendidikan Dasar Primary School 7 tahun Pendidikan Menengah Junior Secondary School 3 tahun Senior High School 2 tahun Pendidikan di Australia, mewajibkan peserta didik untuk menempuh wajib belajar, yaitu pada jenjang primary school SD dan junior secondary school SMP. Sehingga, wajib belajar di Australia yakni 10 tahun. Selanjutnya, peserta didik dapat masuk ke senior high school. Istilah yang dilakukan untuk jenjang pendidikan di Australia adalah year 1 – 12 dari jenjang primary school hingga high school. Pada jenjang senior high school, setiap peserta didik memiliki kewajiban untuk memilih program pendidikan kejuruan atau pendidikan umum. Pendidikan kejuruan diarahkan untuk pasar kerja, artinya lulusan pendidikan kejuruan tersebut akan siap untuk bekerja setelah lulus. Setiap negara bagian memiliki Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Vocational Education and Training atau VET. VET mempersiapkan peserta didik untuk bekerja tanpa perlu mendapatkan gelar sarjana. Untuk peserta didik yang mengambil pendidikan umum, dapat meneruskan pendidikan. Untuk gelar yang didapatkan setelah menempuh perguruan tinggi adalah 1. Bachelors degree setingkat sarjana S1 2. Masters degree setingkat magister S2 3. PhD setingkat doktor S3 C. Standar Pengembangan Kurikulum atau Standar Isi Suatu kecenderungan pada semua sistem sekolah negeri di Australia semenjak awal 1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah. Pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada Negara bagian yang lain, pejabat-pejabat di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci, tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan umum yang telah ditetapkan. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir. Detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories, the Australian Capital TeritoriACT dan Northern Teritory, sekolah relative memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang telah ditentukan di tingkat sekolah[2]. Terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum di setiap Negara bagian, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum disusun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat secara teratur mengunjungi sekolah-sekolah antara lain untuk memonitor pelaksanaan kurikulum[3]. D. Standar Penilaian. Di Australia terdapat tes bagi siswa yang berlaku secara nasional, Australia menyelenggarakan NAPLAN National Assessment Program-Literacy and Numeracy. Setiap tahunnya, semua siswa yang berada pada tahun 3, 5, 7, dan 9 melakukan tes pada hari yang sama. Materi tes tersebut meliputi membaca, menulis, bahasa mengeja, tata bahasa, dan pemberian tanda baca, dan perhitungan. Untuk setiap sekolah juga melaksanakan ujian tapi ujian tersebut tidak mempengaruhi naik atau tidaknya seorang pelajar kekelas/ketahap selanjutnya. Karena kenaikan kelas otomatis menyesuaikan umur pelajar. E. Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Hampir semua guru prasekolah dan pendidikan dasar serta kebanyakan guru-guru sekolah menengah dididik pada CAE Colleges of Advanced Education. Sejumlah guru-guru sekolah menengah, dan beberapa orang guru pendidikan dasar mendapatkan pendidikan di universitas. Semua sistem sekolah memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dalam jabatan inservice education, termasuk peningkatan kualifikasi atau ijazah dengan menyelesaikan kuliah-kuliah yang disetujui terlebih dahulu[4]. Guru di Australia dibekali ilmu dan materi. Lisensi mengajarnya di dapat dari kementerian pendidikan disana. Guru-guru yang ada, dari guru Kinder Garden TK sampai guru senior high school SMA memiliki kemauan yang tinggi untuk selalu mengembangkan diri. Hal itu juga berlaku bagi guru-guru yang ada di daerah-daerah pedalaman atau daerah pinggiran. Sistem Pendidikan di Indonesia A. Struktur sistem pendidikan Dalam undang - undang Sisdiknas tahun 2003 disebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung UU Sisdiknas Tahun 2003, jenjang pendidikan di Indonesia ada 3yaitu 1. Pendidikan dasar; Pendidikan ini merupakan pendidikan awal selama 9 tahun pertama masa sekolah anak-anak, yaitu di Sekolah Dasar SD dan Sekolah Menengah Pertama SMP. Di akhir masa pendidikan di SD, para siswa harus mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional UN untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke SMP dengan lama pendidikan 3 tahun Pendidikan Dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar SD dan Madrasah Ibtidayah MI atau bentuk yang sederajatserta Sekolah Menengah Pertama SMP dan Madrasah Tsanawiyah MTs. Akhir kelas enam siswa harus mengikuti Ujian Nasional sebagai syarat untuk mengikuti SMP/MTs. 2. Pendidikan menengah; Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas SMA, Madrasah Aliyah MA, Sekolah Menengah Kejuruan SMK, dan Madrasah Aliyah Kejuruan MAK, atau bentuk lain yang sederajat. 3. Pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan olehperguruan tinggi. Jenjang pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari beberapa macam dimana, pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, special dan doctor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi UU, Sisdiknas, pasal 192003 B. Standar pengembangan kurikulum dan isi. Kurikulum pendidikan Nasional berdasarkan UU sisdiknas Pasal 36 sebagai berikut 1. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. 3. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. C. Standar Penilaian Pada awal kemerdekaan sampai tahun 70-an, Indonesia menggunakan konsep ujian negara. Pada tahun 80-an, diubahlah menjadi ujian sekolah. Dan pada tahun 90-an, konsep ujian negara dan ujian sekolah digabungkan menjadi EBTANAS Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional. Terakhir, kebijakan itu menjadi Ujian Akhir Sekolah UAN untuk SD, SMP, SMA,SMK dan atau sederajat. Hal ini berdasarkan UU sidiknad pasal 58 sebagai berikut 1. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. 2. Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. D. Standar Pendidik dan Tenaga Pendidik Berdasarkan UU sisdiknas Pasal 42 diterangkan sebagai berikut 1. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2. Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi. 3. Ketentuan mengenai kualifikasi pendidik sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan, pada pasal 28, bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang dibuktikan dengan ijazah/sertifikat keahlian yang relevan, yang dikeluarkan oleh lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan LPTK yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah. Jenis pendidikan guru yaitu Pendidikan Profesi Guru PPG yang diselenggarakan oleh LPTK dengan kualifikasi akademik 1. Pendidik pada jenjang pendidikan dasar minimum D-IV atau S1 pendidikan dasar. 2. Pendidikan jenjang menengah minimum D-IV atau S1 pendidikan menengah. 3. Pendidik pada jenjang Pendidikan Tinggi minimum S1 untuk program Diploma, S2 untuk program Sarjana, dan S3 untuk magister atau Doktor. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Sistem Pendidikan Perbandingan Jerman Indonesia kurikulum 1. Kurikulum disusun berdasarkan UU Nomor20 Tahun 2003 bahwa Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional 2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik 1. Pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. 2. Pada Negara bagian yang lain, pejabat-pejabat di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci Jenjang Berdasarkan UU Sisdiknas Tahun 2003 pasal 3, jenjang pendidikan di Indonesia ada 3yaitu a. Pendidikan dasar 9 thn b. Pendidikan menengah 3 thn c. Pendidikan tinggi Di Australia pndidikan diglongkn mjd 4 tingkatn a. Sklah Dasar Primary School 6 thn / 7thn b. Sklh menengah Secondary or High School 4 thn/3 thn c. Pendidikan Kejuruan dan Pelatihan Vocational Education and Training 2/4 thn d. Pendidikan Tinggi Universitas Sistem penilaian 1. Siswa wajib mengikuti ulangan-ulangan sebagai persyaratan untuk naik kelas dan ada kemungkinan tidak naik kelas untuk tingkat SD 2. UAN ujian akhir Nasional 1. Ada ulangan tetapi pasti naik kelas 2. NAPLAN National Assessment Program Literacy and Numeracy Standar Pendidik 1. penddk hrus memliki kualifikasi akademik & komptnsi sbg agen pmbelajaran, yg dibuktikan dg ijazah/sertifikat keahlian yang relevan. 1. Smua guru lulusan dri univrstas ataupun dCAE Colleges of Advanced Education 2. Tenaga kependidikan meliputi Guru Kinder Garden TK sampai guru senior high school SMA B. Saran Makalah sederhana ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya kami mengharap saran dan kritik yang membangun demi sempurnanya makalah ini, dan para pembaca untuk menggali lebih dalam lagi terkait materi yang dibahas melalui referensi yang lain DAFTAR PUSTAKA Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung Lubuk Agung Bandung Shannon Smith, dkk , 2010. Get to Know Australian Schools Mengenal Sekolah-Sekolah diAustralia, Jakarta Kedutaan Besar Australia, Departemen Pendidikan [1] Shannon Smith, dkk , Get to Know Australian Schools Mengenal Sekolah-Sekolah di Australia Jakarta Kedutaan Besar Australia, Departemen Pendidikan, 2010, Hal. 8 [2] Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara Bandung Lubuk Agung Bandung, 2001, hlm. 66 Di Australia Anda dapat menemukan universitas negeri dan swasta, lembaga kejuruan dan lembaga bahasa Inggris. Semua masalah pendidikan dalam pendidikan Australia dikelola oleh Departemen Pendidikan, Keterampilan, dan Ketenagakerjaan Pemerintah Australia. Sistem pendidikan Australia secara unik berbeda dari yang ada di negara lain berdasarkan Kerangka Kualifikasi Australia Australian Qualifications Framework AQF. Kerangka kerja ini, yang didirikan pada tahun 1995, menghubungkan kualifikasi pendidikan sekolah, kejuruan, dan universitas ke dalam satu sistem terpadu. Temukan program Ingin kuliah di Australia? Temukan & bandingkan program Cari Kerangka kerja, terutama berfokus pada pendidikan sekolah menengah, sarjana dan pascasarjana, mempersiapkan siswa untuk studi lebih lanjut dan kehidupan kerja dan didasarkan pada fleksibilitas dan perencanaan karir Anda dapat berpindah dengan mudah dari satu tingkat studi ke yang lain atau dari satu institusi ke institusi lain, jika Anda memenuhi persyaratan tertentu. Selama kerangka kualifikasi ini, gelar Anda disahkan oleh Pemerintah dan terakreditasi secara nasional. Tidak perlu mempelajari bahasa asing baru untuk diterima di universitas Australia, karena kursus diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris! Ingatlah bahwa Anda masih perlu membuktikan selama aplikasi Anda bahwa Anda memiliki kecakapan bahasa yang memadai melalui tes bahasa Inggris seperti PTE Academic atau TOEFL. Jadi pastikan Anda mencapai skor yang dibutuhkan untuk masuk, tergantung pada universitas yang Anda lamar. Sistem pendidikan universitas Australia disusun menurut sistem Inggris dan di Australia Anda dapat memilih di antara 42 universitas 37 universitas negeri, 3 universitas swasta dan 2 universitas swasta internasional. Universitas terbesar adalah universitas Monash dengan mahasiswa dan 5 kampus. Sebagai siswa internasional di Australia, Anda dapat memilih di antara berbagai gelar Sarjana, Magister dan Doktor. Selain itu, gelar MBA di Australia akan meningkatkan keterampilan manajemen Anda dan membuka pintu Anda ke dunia bisnis secara global! Group of Eight Go8 mengacu pada universitas riset Australia unggulan dan sebagian besar berperingkat tinggi, yaitu Universitas Nasional Australia Universitas Adelaide Universitas Melbourne Universitas Monash Universitas Queensland Universitas Sydney Universitas Australia Barat Universitas New South Wales UNSW Tidak ada sistem penilaian terpadu di universitas-universitas Australia, karena setiap institusi memiliki sistem dan aturan penilaiannya sendiri. Namun, sebagian besar dari mereka terletak dalam sistem berikut High Distinction A+ atau Perbedaan A atau Kredit B atau Lulus C atau Gagal P 0,00-49,99 atau 0,00-3,99 Studi Sarjana dalam Sistem Pendidikan Australia Sebagaimana dinyatakan di atas, Kerangka Kualifikasi Australia Australian Qualifications Framework AQF terdiri dari 10 level. 7 level pertama didasarkan pada studi Sarjana, level 8 berada di antara Sarjana dan Master dan level 9 dan 10 hanya berfokus pada studi Master. Kalender akademik dibagi menjadi dua semester dan kadang-kadang tiga semester trimester per tahun, tergantung pada programnya. Jumlah rata-rata studi pada tingkat Sarjana di Australia adalah tiga sampai empat tahun studi penuh waktu, tergantung pada universitas dan disiplin ilmunya. Sebagian besar program berbasis penelitian membutuhkan empat tahun studi. Menyelesaikan level 7 berarti Anda telah menyelesaikan tiga tahun studi Sarjana. Melanjutkan ke level 8, Anda akan menemukan diri Anda antara gelar Honours Sarjana dan Sertifikat Pascasarjana. Anda dapat memperoleh gelar Bachelor's Honours Degree jika, setelah menyelesaikan tiga tahun wajib, Anda tinggal satu tahun lagi di universitas dan berpartisipasi dalam penelitian dan berbagai proyek studi lainnya. Anda juga dapat memperoleh gelar Kehormatan jika Anda lulus dengan nilai rata-rata tertentu saat memperoleh gelar Sarjana empat tahun. Universitas bertanggung jawab atas persyaratan atau proyek studi tambahan. Berhati-hatilah untuk mendaftar tepat waktu untuk pendidikan Sarjana di Australia, karena mendapatkan tempat sangat kompetitif. Batas waktu pendaftaran dan semester bervariasi antar universitas, jadi pastikan juga Anda mengikuti pedoman universitas pilihan Anda. Untuk diterima di Bachelor's di Australia, Anda mungkin tidak hanya perlu memberikan keterampilan bahasa Inggris tingkat tinggi atau transkrip sekolah menengah Anda. Seleksi didasarkan pada parameter lain seperti pengalaman kerja, audisi, wawancara, portofolio atau bahkan pengetahuan sebelumnya tentang mata pelajaran tertentu. Berapa lama gelar Master di Australia? Studi master di Australia berlangsung sekitar satu sampai dua tahun dan dibagi menjadi dua atau tiga semester trimester. Untuk memperoleh gelar Master di Australia, Anda harus berhasil menyelesaikan program Sarjana tiga atau empat tahun sebelumnya. Harap dicatat bahwa jika gelar Sarjana Anda tidak diperoleh oleh universitas Australia, maka itu perlu diakui secara resmi oleh Australian Qualifications Framework AQF. Selain itu, Anda akan diminta untuk mengikuti kursus persiapan sebelum memulai Master Anda. Struktur gelar Master di Australia dibagi menjadi gelar pengajaran atau gelar penelitian. Gelar atau kursus yang diajarkan didedikasikan untuk memberikan landasan yang lebih teoretis dan penilaian dilakukan melalui ujian. Di sisi lain, gelar penelitian kurang fokus pada teori dan lebih pada ujian praktik, penulisan tesis berdasarkan hasil penelitian dan melibatkan banyak karya eksperimental. Gelar Master membutuhkan tingkat kemahiran bahasa Inggris yang tinggi. Tidak yakin apakah Anda memenuhi kriteria linguistik untuk diterima di gelar Master di Australia? Tidak masalah! Anda dapat mempersiapkan sebelum dan mulai belajar melalui kursus bahasa Inggris! Studi doktoral di Australia Semua yang perlu Anda ketahui Di Australia, selain menikmati pemandangan alam yang indah, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk melanjutkan studi Doktor Anda di salah satu universitas yang paling dihormati secara internasional. Gelar PhD Australia difokuskan pada keunggulan dan penelitian yang luar biasa dan sebagai mahasiswa Doktor, Anda diizinkan untuk tinggal dan bekerja di negara tersebut setidaknya selama empat tahun. PhD penuh waktu di Australia berlangsung sekitar tiga tahun studi dan Anda memenuhi syarat untuk aplikasi setelah menyelesaikan gelar Sarjana dan Master. Warga negara Australia diizinkan untuk memperpanjang masa studi mereka dan memilih untuk belajar paruh waktu PhD, yang berarti enam tahun. Namun, opsi ini tidak tersedia untuk siswa internasional, karena mereka diharuskan untuk belajar penuh waktu, karena kondisi dan kendala visa. Mayoritas gelar Doktor berbasis penelitian, meskipun ada beberapa program yang menawarkan kuliah dan pelatihan selama studi. Pada akhir studi Anda, Anda akan diminta untuk menyerahkan tesis doktoral yang merangkum temuan-temuan penelitian Anda. Yang mengejutkan dalam kaitannya dengan studi PhD di Australia adalah, tidak seperti mayoritas negara lain di dunia, tidak ada viva voce suara hidup dalam bahasa Latin. Viva voce adalah pembelaan, seminar ujian lisan di mana satu atau lebih penguji berbicara dengan mahasiswa Doktor dan mengajukan pertanyaan tentang proyek tesis PhD mereka. Hal ini sebagian besar terjadi karena panjang geografis negara yang sering kali membuat kedua belah pihak sulit untuk bertemu bersama. Sebagai gantinya, proyek tesis Anda akan diberikan kepada penguji eksternal untuk penilaian, sebuah prosedur yang dapat memakan waktu beberapa bulan untuk diselesaikan. Namun, beberapa tahun terakhir institusi Australia telah mengadopsi pendekatan yang berbeda, viva voce konvensional di mana seminar ujian berlangsung secara digital melalui konferensi video. Bahkan sebelum membuat aplikasi resmi untuk studi PhD di Australia, perlu diingat bahwa yang paling penting adalah menghubungi calon supervisor Anda terlebih dahulu, jika tidak, Anda tidak akan dianggap sebagai kandidat potensial untuk universitas tersebut. Selama proposal penelitian Anda, Anda perlu memberikan dengan jelas semua informasi tentang proyek yang ingin Anda ikuti, disiplin ilmu dan tujuan penelitian. Setelah Anda menerima jawaban minat positif dari supervisor, maka sekarang saatnya untuk mulai mengerjakan aplikasi resmi Anda ke universitas. Belajar di Australia - Gambaran Umum Lebih dari siswa internasional memilih Australia sebagai tujuan studi mereka di luar negeri setiap tahun. Klik di sini untuk mempelajari alasannya. Belajarlah lagi Visa Pelajar Apakah Anda memerlukan visa untuk masuk ke Australia untuk belajar? Pelajari lebih lanjut tentang proses visa pelajar, dan apa yang Anda butuhkan untuk memasuki negara tersebut, tergantung pada status warga negara Anda. Anda juga akan diminta untuk membawa dokumen tertentu ke pemeriksaan paspor di bandara, yang juga kami cakup. Belajarlah lagi Perumahan & Biaya Hidup Di mana pun Anda belajar di luar negeri, penting untuk membuat anggaran terlebih dahulu agar Anda siap. Oleh karena itu, kami telah merinci biaya hidup dan perumahan rata-rata sehingga Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang apa yang akan Anda bayar sebagai pelajar di Australia. Belajarlah lagi Biaya Pendidikan & Beasiswa Biaya kuliah untuk program gelar di Australia dapat bervariasi. Siswa internasional dan domestik diharapkan membayar biaya kuliah di Australia. Untuk menutupi sisa biaya, ada banyak peluang beasiswa yang tersedia. Belajarlah lagi Bahasa & Budaya Australia adalah negara yang indah dan beragam. Cari tahu lebih banyak tentang apa yang ditawarkan negara ini dalam hal bahasa, budaya, dan banyak lagi! Belajarlah lagi Proses aplikasi Semua negara memiliki persyaratan penerimaan khusus bagi siswa untuk diterima di universitas. Pelajari lebih lanjut tentang seluk beluk masuk ke program di Australia, dan apa yang Anda butuhkan untuk mendaftar, tergantung pada kewarganegaraan Anda. Belajarlah lagi Program Siap melihat pendidikan di Australia? Gunakan mesin pencari kami untuk menemukan dan membandingkan program teratas di Australia hari ini! Belajarlah lagi BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Australia adalah satu-satunya benua di dunia yang hanya terdiri dari satu buah negara, yang juga disebut dengan Australia. Pendidikan di Australia juga sangat bagus. Di tempat ini, Australia memiliki kualitas pendidikan yang tinggi, dan bahkan gelar atau ijazahnya pun diakui secara internasional. Selain itu, biaya pendidikan di Australia tergolong murah dan terjangkau bila dibandingkan dengan Inggris atau Amerika, bahkan pemerintah memberikan ijin bagi mahasiswa yang berasal dari luar Australia untuk bekerja baik fulltime maupun partime untuk memenuhi biaya pendidikan mereka. Australia juga menawarkan program studi yang sangat bervariasi, baik jurusan maupun jenjangnya. Hal ini mempermudah siswa dalam mencari sekolah yang sesuai dengan keinginannya. Pendidikan adalah kunci keberhasilan sebuah negara, bahkan kemajuan sebuah negara salah satunya tergantung dengan bagaimana pemerintahan sebuah negara memuliakan pendidikan dan pemerataannya, karena pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat tanpa memandang gender, status sosial, statusekonomi, suku, etnis dan agama. Untuk memenuhi tujuan-tujuan pendidikan diatas, dan sebagai tolak ukur mutu dan keberhasilan di negara kita, kita dapat melakukan perbandingan sistem pendidikan negara lain, dalam hal ini salah satu negara yang dapat kita perbandingkan sistem pendidikannya dengan negara Indonesia adalah negara Australia. Dengan begitu banyaknya kelebihan Australia di bidang pendidikan, maka ada baiknya Indonesia sedikit berkaca dari sistem pendidikan di Australia itu sendiri. Untuk megetahui informasi tentang sistem pendidikan negara Australia dengan berbagai cara, dan salah satunya melalui makalah yang sangat sederhana ini, dalam makalah ini dipaparkan sedikit tentang sistem pendidikan Australia dan dapat kita pahami sebagai bahan untuk sedikit memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Rumusan Masalah Sejalan dengan latar belakang masalah diatas, penulis menuliskan rumusan masalah sebagai berikut Bagaimana sistem pendidikan di Australia?Bagaimana pengembangan kurikulum di Australia?Bagaimana standart pendidikan di Australia?Bagaimana perbandingan kurikulum di Australia dengan di Indonesia?Tujuan Penulisan Sejalan dengan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui sistem pendidikan di mengetahui pengembagan kurikulum di mengetahui standart pendidikan di mengetahui perbandingan kurikulum di Australia dengan di Indonesia. BAB II PEMBAHASAN Sistem Pendidikan AustraliaSistem Pendidikan Di Australia Secara Umum Pemerintah Negara Bagian dan Teritori Australia memegang peranan penting dalam hal manajemen dan administrasi pendidikan sektor sekolah. Setiap Negara Bagian dan Teritori mempunyai hukum dan peraturan-peraturan terkait mengenai kurikulum, akreditasi program studi, ujian bagi siswa dan penghargaan bagi siswa. Pemerintah Australia memegang peranan kepemimpinan secara nasional dan bekerjasama dengan Pemerintah Negara-negara Bagian dan Teritori serta pihak-pihak industri dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan keefektipan sekolah. Pemerintah Australia juga menyediakan subsidi yang cukup penting bagi sekolah-sekolah pemerintah maupun swasta. Di Australia, tahun ajaran adalah dari akhir bulan Januari, atau awal bulan Februari, sampai dengan awal bulan Desember. Kebanyakan Negara Bagian dan Teritori menggunakan sistem tahun ajaran yang mencakup empat triwulan. Tasmania mempunyai sistem tahun ajaran yang terdiri dari tiga kuartalan. Terdapat dua kategori besar sekolah-sekolah Australia. Sekolah-sekolah Negeri beroperasi di bawah tanggung jawab langsung dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori. Sekolah-sekolah Negeri menerima pendanaan inti dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori dan pendanaan tambahan dari Pemerintah Federal. Sekolah-sekolah selain sekolah negeri menerima pendanaan tambahan dari Pemerintah Federal dan Pemerintah Negara Bagian/Teritori, dan suatu proporsi pendanaan yang besar dari sumbangan swasta dan biaya-biaya sekolah. Sekolah-sekolah selain dari Sekolah Negeri umumnya mempunyai afiliasi agama atau gaya pengajaran yang khusus dan di Australia sejumlah besar sekolah-sekolah selain Sekolah Negeri adalah sekolah Katolik. Sekolah-sekolah di Australia boleh hanya untuk laki-laki, hanya untuk perempuan atau untuk keduanya laki-laki dan perempuan co-educational. Terdapat 8 Bidang Pembelajaran Yang Penting yang merupakan fokus pengajaran di semua sekolah Australia. Bidang-bidang tersebut memberikan kepada para pelajar suatu pendidikan yang utuh dan keterampilan bermasyarakat sosialisasi. Semua sekolah yang menerima pelajar Internasional akan mengajar sesuai dengan 8 Bidang Pembelajaran Yang Penting itu, seperti SeniBahasa InggrisPendidikan Kesehatan dan JasmaniBahasa selain Bahasa InggrisMatematikaIlmu PengetahuanKajian Penduduk dan LingkunganTeknologi Selain dari 8 Bidang Pembelajaran yang Penting tersebut, para pelajar dapat memilih dari sederajat luas mata pelajaran pilihan, yang memastikan keanekaragaan di pendidikan Australia. Contoh-contoh termasuk memakai komputer, perniagaan, undang-undang hukum, pertanian, psikologi, drama, desain grafis, penerbangan dan masih banyak lagi. Jenjang Pendidikan di Australia Pada dasarnya jenjang pendidikan di Australia dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu Sekolah Dasar Primary School Waktu yang diperlukan untuk menyelesikan pendidikan dasar adalah 6 – 7 tahun. Pada umumnya siswa memasuki pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun. Berbeda dengan di Indonesia dimana siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke kelas berikutnya, siswa di sekolah dasar di Australia tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Tahun pertama di sekolah dasar Australia disebut Year 1dan seterusnya hingga Year 6. Ada Negara Bagian Australia yang menetapkan lama pendidikan dasar adalah 6 tahun New South Wales NSW, Victoria Vic, Tasmania Tas, dan Australian Capital Territory ACT. Tetapi ada juga yang menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun South Australia SA, Northern Territory NT, Queensland Qld, dan Western Australia WA Sekolah Menengah Secondary or High School Pendidikan menengah atau dikenal sebagai Secondary Education di Australia memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan menengah disebut Year 7 dan seterusnya hingga Year 11. Jenjang pendidikan menengah berakhir pada Year 11. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya selama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja yaitu di negara bagian SA, NT, Qld, dan WA. Setelah tahun ke 11 ini, siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin tempuh. Jika seorang siswa berminat dalam bidang-bidang ilmu yang aplikatif, maka ia dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan untuk itu. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and Training VETatau Colleges for Technical and Further Educaton TAFE. Lulusan dari TAFE pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi. Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis. maka ia akan memasuki perguruan tinggi universitas. Untuk dapat memasuki universitas, seorang siswa Australia harus menempuh Year 12 yang dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini, para siswa digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara dengan nilai yang tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah siswa tersebut memilih perguruan tinggi yang ia sukai. Seperti halnya di berbagai negara, paspor untuk dapat diterima di universitas favorit adalah nilai ujian Matriculation yang setinggi mungkin. Pendidikan Tinggi Universitas Pendidikan tinggi di Australia dapat di bagi menjadi dua jenjang, yakni jenjang sarjana dikenal sebagai undergraduate level dan jenjang pascasarjana dikenal sebagai postgraduate level untuk memperoleh gelar Masters atau PhD. Jenjang sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar Bachelor, yakni Bachelor of Arts BA atau Bachelor of Science Bsc tergantung pada bidang ilmu yang ditempuh oleh mahasiswa/i tersebut. Jika mahasiswa/i tersebut berminat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi ke jenjang pascasarjana, maka ia perlu belajar lagi selama 1 satu tahun. Jenjang ini dikenal sebagai Honours Level, dan gelar yang diperolehnya akan menjadi BA Hons atau Bsc Hons sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Tingkat kelulusan di jenjang Honours ini sangat menentukan bagi kelanjutan pendidikan sang mahasiswa di jenjang pascasarjana. Banyak universitas di Australia menerima mahasiswa/i untuk program S3 Doktor langsung dari jenjang Honours, jika ia mendapatkan Honours peringkat I atau II-A. Tetapi jika mahasiswa/i tersebut mendapat peringkat II-B, ia diharuskan menempuh jenjang S2 Masters terlebih dahulu. Sekarang, universitas di Australia cenderung menganjurkan para mahasiswa/i pascasarjana untuk menempuh jenjang S2 terlebih dahulu sebelum menempuh jenjang S3. Jika kemajuan yang dicapai oleh sang mahasiswa/i tersebut sangat baik pada tahap-tahap akhir di jenjang S2, maka ia diperkenankan untuk mengalihkan programnya ke jenjang S3. Bagi mahasiswa yang mendapat peringkat Honours III, ia tidak diperkenankan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Lama pendidikan untuk jenjang S2 adalah 1 sampai tahun, sedangkan untuk jenjang S3 diperlukan waktu 3 sampai tahun. Pendidikan tingkat S2 dapat dilakukan melalui tiga metoda, yaitu dengan mengikuti perkuliahan saja dikenal sebagai Masters by Coursework yang memerlukan waktu antara 12 – 18 bulan; atau melalui penelitian Masters by Research yang memerlukan waktu antara – tahun; atau kombinasi dari keduanya Masters by Coursework & Research yang memerlukan waktu sekitar 2 tahun. Sering calon mahasiswa/i pasca dari negara lain yang tidak mengenal sistem pendidikan di Australia agak bingung jika ditanya dengan cara apa ia akan menempuh jenjang S2nya. Jika calon mahasiswa/i S2 tersebut di kemudian hari bermaksud untuk mengambil program S3, maka sang calon sangat dianjurkan untukmengambil program Masters by Research atau Masters by Coursework and Research. Perguruan tinggi di Australia tidak mau menerima mahasiswa program S3 jika orang tersebut memperoleh Masters by Coursework. Dasar pertimbangannya adalah karena semuaprogram S3 di Australia ditempuh melalui penelitian by Research. Sistem ini berbeda dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat misalnya, dimana sebagian dari program S3 di Amerika harus mengikuti perkuliahan. Pengembangan Kurikulum di AustraliaKurikulum Di Australia Pengembangan Kurikulum Australia dipandu oleh Melbourne Declaration on Educational Goals for Young Australians, diadopsi oleh dewan menteri pendidikan Negara bagian dan teritori pada Desember 2008. Deklarasi Melbourne tersebut menekankan pada pentingnya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan bidang pelajaran, kemampuan umum, dan prioritas lintas-kurikulum sebagai dasar untuk kurikulum yang dirancang untuk mendukung pembelajaran abad 21. Kurikulum Australia berisi tentang hak untuk mendapatkan bagi setiap siswa Australia. Hal-hal yang terkait meliputi hal-hal dasar untuk mencapai sukses, belajar seumur hidup, dan partisipasi dalam masyarakat Australia. Hal ini berarti bahwa kebutuhan dan kepentingan siswa akan bervariasi, sehingga sekolah dan guru akan merencanakan kurikulum berdasarkan kebutuhan dan kepentingan tersebut. Kurikulum Australia juga mengakui perubahan cara di mana siswa akan belajar dan ada berbagi tantangan-tantangan yang akan terus membentuk pembelajaran mereka di masa yang akan depan. Kurikulum Australia pun akan dikembangkan untuk semua area pembelajaran dan mata pelajaran yang ditetapkan dalam Melbourne Declaration awalnya untuk bahasa Inggris, matematika, IPA/sains dan sejarah, dilanjutkan dengan geografi, bahasa, seni, ekonomi, bisnis, dan kewarganegaraan, Pendidikan kesehatan dan olahraga, serta teknologi informasi dan komunikasi. Kurikulum Australia menetapkan apa yang harus dipelajari oleh siswa melalui spesifikasi isi kurikulum dan pembelajaran yang diharapkan pada nilai sekolah mereka melalui spesifikasi standar prestasi the specification of achievement standards. Kurikulum dan Metodelogi Pengajaran Kurikulum Australia menjelaskan apa yang harus dipelajari oleh setiap siswa Australia sehubungan dengan bidang ajaran, kemampuan umum dan prioritas antar kurikulum. Unsur utama dari kurikulum adalah dskripsi dari isi dan standar prestasi yang diatur menurut bidang ajaran. Deskripsi ini menjelaskan apa yang diharapkan akan diajarkan oleh guru. Standar prestasi merinci kualitas pembelajaran yang diharapkan dari siswa dalam suatu tahap dalam pendidikan mereka. Kurikulum Australia memberikan contoh-contoh yang menggambarkan setiap deskripsi isi yang disebut uraian. Contoh pekerjaan siswa menggambarkan standar prestasi. Pada negara Australia, pedoman kurikulum dibuat terpusat tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir; detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Territory, sekolah relatif memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya dasar tujuan umum yang ditentukan di tingkat sekolah. Di pusat, penyusunan pedoman kurikulum serta objektif kurikulum secara umum bisa menjadi tanggung jawab seksi kurikulum dalam departemen pendidikan. Pusat Pengembangan Kurikulum dibentuk oleh pemerintah Commonwealth dalam tahun 1975 untuk membantu mengkoordinasi dan mendimensikannya, serta menyiapkan materi kurikulum. Buku-buku pelajaran dan ujian disiapkan oleh berbagai badan termasuk Seksi Kurikulum, Departemen Pendidikan, Dewan Penelitian dan sebagainya. Tanggung jawab tentang metodologi pengajaran pada prinnsipnya terletak pada masing-masing guru dan sekolah tetapi di Australia pada umumnya satu guru mengajar satu mata pelajaran dan untuk kelas yang berbeda umur diajar oleh dari satu guru atau team teaching. Pada umumnya format pengajaran pada pendidikan dasar ialah seorang guru memegang satu kelas, tetapi ada kecenderungan terjadinya variasi pengelompokan kelas. Sama halnya disekolah menengah, hampir semua siswa tetap berada dalam kelompok-kelompok umur yang bersamaan, dan mereka diajar oleh guru-guru bidang studi, dan ada pula kecenderungan untuk pengelompokkan siswa tidak berdasarkan kesamaan umur tetapi beda umur, diajarkan oleh tim guru, dan siswa dikelompokkan dalam format-format kecil. Masalah kurikulum yang krusial dalam sistem pendidikan Australia terletak terutama pada isi kurikulum, yaitu menentukan isi kurikulum yang cocok untuk masyarakat. Hal ini timbul disebabkan oleh perubahan yang terjadi dalam masyarakat Australia dan komposisi penduduk. Lebih sulit memperoleh kesepatan tentang isi kurikulum saat ini dibandingan dengan masa sebelumnya karena masyarakat Australia yang semakin pluralistik dan sekaligus multikultural. Kurikulum Framework di Australia disusun dalam rangka menyongsong dengan semboyan “Educating Our Children to Succed in the 21th Century”. Pengembangan kurikulum di Australia telah melibatkan semua stakeholder pendidikan. Ada beberapa hal yang menarik dalam Curriculum Framework Pertama, ada 8 kondisi yang melatar belakangi pengembangan kurikulum di Australia, yaitu Keragaman BudayaPerubahan struktur keluargaLangkah cepat perubahan teknologiisu lingkungan globalMengubah sifat kondisi socialPerubahan di tempat kerjaKetergantungan ekonomi globalStandar Ketidakpastian hidup. Kedua, ada lima karakteristik nilai value yang akan dibangun melalui kurikulum tersebut, yaitu Mengejar pengetahuan dan komitmen untuk pencapaian potensiPenerimaan diri dan rasa hormat diriMenghormati dan kepedulian terhadap orang lain dan hak-hak merekaSosial dan tanggung jawab sipilTanggung jawab lingkungan. Curriculum Framework tidak menggunakan istilah “berbasis kompetensi” atau “competency-based”, namun menggunakan istilah “student outcomes statement” atau dikenal dengan overarching statement learning outcomes”, yang rumusannya pada hakikatnya sama dengan rumusan kompetensi. Ada 13 student outcomes statement yang akan dicapai melalui delapan mata pelajaran secara sinergis dengan menggunakan konsep “liks across the curriculum”, yaitu Siswa menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi dan berinteraksi dengan orang menjelaskan dan alasan tentang pola, struktur dan hubungan untuk memahami, menafsirkan, membenarkan dan membuat memvisualisasikan konsekuensi, berpikir lateral, mengenali peluang dan potensi dan siap untuk menguji memahami dan menghargai wordl fisik, biologi dan teknologi dan memiliki pengetahuan dan keterampilan dan nilai-nilai untuk membuat keputusan dalam kaitannya dengan memahami, konteks geografis dan historis budaya dan memiliki pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk partisipasi aktif inlife di berinteraksi dengan orang lain dan budaya lain selain mereka sendiri dan dilengkapi untuk berkontribusi pada komunitas berpartisipasi pada kegiatan kreatif mereka sendiri dan memahami dan terlibat dengan seni, budaya dan intelektual karya orang Siswa dan menerapkan practies yang mendorong pertumbuhan pribadi dan motivasi diri dan percaya diri dalam pendekatan mereka untuk belajar dan mampu bekerja secara individu dan mengakui bahwa everyyone memiliki hak untuk vald jatuh dan aman dan dalam hal ini, memahami hak dan kewajiban mereka dan berperilaku bertanggung jawab. Pengembangan Kurikulum Australia melambangkan komitmen semua negara bagian dari teritori Australia untuk bekerja sama mengembangkan kurikulum kelas dunia bagi semua pemuda-pemudi Australia. Kurikulum Australia akan memberi penjelasan pada orangtua, guru dan siswa apa yang seharusnya dipelajari para pemuda-pemudi dan kualitas pembelajaran apa yang diharapkan mereka, dimanapun mereka bersekolah di Australia. Standar Kurikulum di AustraliaStandar isi Suatu kecenderungan pada semua sistem sekolah negeri di Australia semenjak awal 1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah. Pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada Negara bagian yang lain, pejabat-pejabat di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci, tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan umum yang telah ditetapkan. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir. Detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories, the Australian Capital Teritori ACT dan Northern Teritory, sekolah relative memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang telah ditentukan di tingkat sekolah. Terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum di setiap Negara bagian, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum disusun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat secara teratur mengunjungi sekolah-sekolah antara lain untuk memonitor pelaksanaan kurikulum. Standart Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Hampir semua guru prasekolah dan pendidikan dasar serta kebanyakan guru-guru sekolah menengah dididik pada CAE Colleges of Advanced Education. Sejumlah guru-guru sekolah menengah, dan beberapa orang guru pendidikan dasar mendapatkan pendidikan di universitas. Semua sistem sekolah memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dalam jabatan inservice education, termasuk peningkatan kualifikasi atau ijazah dengan menyelesaikan kuliah-kuliah yang disetujui terlebih dahulu. Guru di Australia dibekali ilmu dan materi. Lisensi mengajarnya di dapat dari kementerian pendidikan disana. Guru-guru yang ada, dari guru Kinder Garden TK sampai guru senior high school SMA memiliki kemauan yang tinggi untuk selalu mengembangkan diri. Hal itu juga berlaku bagi guru-guru yang ada di daerah-daerah pedalaman atau daerah pinggiran. Standar Model Pembelajaran di Australia Model pembelejaran di Australia menerapkan sistem pembelajaran inovatif. Pusat pembelajaran adalah siswa dan guru hanya berperan sebagai fasilitator. Guru melayani kebutuhan siswanya dalam hal belajar. Dalam pembelajarannya, guru menggunakan metode hermenitika yaitu metode menerjemahkan dan diterjemahkan mengerti dan dimengerti. Guru menerjemahkan siswa sedangkan siswa menerjemahkan matematika. Inisiatif, kemandirian, daya, dan upaya dari guru dan siswa merupakan faktor penting yang harus ada dalam pembelajaran matematika. Faktor-faktor tersebut merupakan bekal bagi siswa agar siswa menjadi manusia yang mandiri, dapat melakukan penjelajahan, dan dapat menjadi nara sumber. Matematika anak kecil berbeda dengan matematika murni. Matematika murni berada di dalam pikiran sedangkan matematika anak kecil berada di luar pikiran. Seorang guru matematika hendaknya berpedoman pada skema matematika realistik ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran. Matematika realistik terdiri dari empat tahapan yaitu matematika konkret, model konkret, model formal, dan matematika formal. Dalam pembelajaran matematika siswa Sekolah Dasar, penggunaan matematika konkret dan model konkret sebaiknya diperbanyak. Siswa sebaiknya disuruh berinteraksi dengan lingkungan karena dalam mengolah pikiran siswa harus dimulai dari dunia nyata. Pembelajaran matematika yang disertai persiapan dapat menjadi hiburan yang menyenangkan bagi siswa. Persiapan guru dalam pembelajaran matematika salah satunya adalah dengan cara menganalisis kurikulum yang pada akhirnya menghasilkan RPP. RPP sebaiknya disusun secara sistematis agar mudah dalam pelaksanaannya. Selain itu, guru sebaiknya mampu mengembangkan media atau alat bantu pembelajaran, misalnya alat peraga dan LKS. Alat peraga diperlukan agar siswa dapat melihat secara langsung wujud konkret dari suatu benda sedangkan LKS diperlukan agar siswa dapat mengembangkan pola pikir dan terbiasa memecahkan suatu persoalan matematika. Di Australia, kemampuan guru sangat bisa diandalkan. Tempat untuk belajar sudah sangat layak karena fasilitas yang ada sudah memadai. Ruang kelas yang disediakan cukup luas dan juga disediakan buah-buahan untuk siswa. Hal tersebut dimaksudkan agar siswa tidak kekurangan gizi dan tetap segar dalam mengikuti proses pembelajaran. Pendidikan karakter dan tata tertib saat diskusi sangat ditekankan dalam pembelajaran. Pada saat diskusi, siswa selalu diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing namun harus tetap menghargai pendapat siswa yang lain. Setuju ataupun tidak setuju adalah dengan pendapatnya, bukan dengan orangnya. Jadi, siswa harus sportif dalam berdiskusi. Fasilitas lainnya yaitu perpustakaan. Perpustakaan yang ada di Sekolah Dasar di Australia sangat mendukung untuk menunjang proses pembelajaran siswa. Buku-buku yang tertata rapi dan keadaan ruangan yang bersih membuat siswa nyaman apabila berada di tempat tersebut. Sistem peminjaman dan pengembalian buku juga sudah menggunakan sistem komputer. Selain pepustakaan, terdapat juga laboratorium komputer yang digunakan untuk membuat portofolio. Portofolio dibuat oleh guru dan berisi tentang catatan aktifitas siswa. Guru dalam menjalankan tugas dimanapun, kapanpun, dalam kegiatan sadar maupun tidak sadar selalu berkaitan dengan 2 hal yaitu accountability dipercaya dan sustainability terus. Guru dapat dilihat seberapa tingkat accountability dari sisi akademiknya. Guru yang memiliki tingkat accountability tinggi selalu ingin dipercaya orang lain bahwa ia adalah guru matematika yang professional dan bisa diandalkan. Pengembangan profesional guru sepenuhnya ada di tangan guru sehingga keprofesionalan guru yang berkenaan dengan tugas, hak, dan kewajiban harus dipahami oleh masing-masing guru. Untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja guru, upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan Lesson Study. Lesson study merupakan suatu strategi pembinaan profesi guru yang berkenaan langsung dengan permasalahan dalam praktik pembelajaran di kelas. Lesson Study membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya. Kegiatan Lesson Study bukan lagi kegiatan yang terprogram tetapi sudah menjadi kebiasaan dan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh MGMP. Siswa di Jepang sudah terbiasa diobservasi sehingga siswa tidak merasa terganggu selama pelaksanaan observasi. Selama observasi, observer melakukan pengamatan secara teliti menggunakan lembar pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya. Aspek-aspek yang diamati misalnya interaksi antar siswa, interaksi siswa dengan bahan ajar, interaksi siswa dengan guru, interaksi siswa dengan lingkungan, motivasi belajar siswa, perhatian siswa, konsentrasi siswa, dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Setelah observasi selesai, semua observer diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai kelebihan dan kekurangan guru dalam mengajar. Pendapat yang disampaikan harus sesuai dengan hasil pada saat observasi. Sore harinya, diadakan seminar yang menguraikan teori yang didapat pada saat Lesson Study. Seminar tersebut menguraikan bagaimana seharusnya guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dengan adanya masukan-masukan tersebut, maka kegiatan pembelajaran berikutnya dapat berjalan lebih baik daripada sebelumnya. Standar Penilaian Pembelajaran di Australia Masalah yang terdapat dalam sistem ujian dan kenaikan kelas antara lain adalah mendapatkan keseimbangan antara ujian internal sekolah dan kesulitan belajar-mengajar yang mungkin muncul dalam kenaikan kelas otomatis berdasarkan usia. Sistem lain yang digunakan oleh sekolah-sekolah di Australia untuk mengevaluasi sekolah adalah dengan cara membandingkan data dari ujian National Assement Program Literacy and Numeracy NAPLAN yang dilakukan oleh seluruh sekolah di Australia setiap tahunnya. Hasil dari ujian tersebut diumumkan dalam website NAPLAN yang nantinya dapat dilihat oleh orang tua murid dan pokok eksternal lainnya. Pemerintahan dari setiap state juga dapat mengacu pada data NAPLAN yang nantinya alokasi dana akan diberikan pada sekolah-sekolah yang membutuhkan. Metode evaluasi NAPLAN baru dicanangkan pada tahun 2008 dan seluruh data NAPLAN akan diimplementasikan ditahun 2010. Perbandingan Kurikulum di Australia dengan di Indonesia Jenjang pendidikan menengah di Indonesia berlangsung selama 3 tiga tahun. Jalur pendidikan menengah di Indonesia terbagi atas dua jenis pendidikan, yaitu pendidikan umum dan pendidikan kejuruan. Pendidikan umum adalah pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi perguuan tinggi. Sekolah Menengah Atas SMA dan Madrasah Aliyah MA merupakan jenis pendidikan umum pada jenjang pendidikan menengah. SMA merupakan kelanjutan dari SMP dan MA merupakan kelanjutan dari MTs. Pada pendidikan umum setaraf SMA dan MA, pembagian penjuruan dilakukan pada tahun kedua, yaitu pada kenaikan kelas 11. Pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Sekolah Menengah Kejuruan SMK dan Madrasah Aliyah Kejuruan MAK merupakan jenis pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah. SMA merupakan kelanjutan dari SMP dan MA merupakan kelanjutan dari MTs. Berdasarkan penjelasan mengenai jenjang pendidikan menengah di Australia dan Indonesia terdapat beberapa pebedaan, yaitu Bidang Australia Indonesia Lama Pendidikan 6 tahun / 5 tahun 3 tahun Jalur Pendidikan Junior Secondary school 4 tahun / 3 tahun Senior High School 2 tahun SMA/SMK/MA/MAK 3 tahun Jalur pendidikan yang bersifat keagamaan Milik swasta Milik Pemerintah / swasta Penjurusan untuk pendidikan umum Tidak ada Ada tahun kedua Jenis pendidikan yang bersifat kejuruan 2 tahun + pendidikan 2 tahun 3 tahun Wajib belajar Pendidikan dasar + Junior Secondary School Pendidikan dasar BAB III PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa terdapat berbagai perbedaan yang mencolok antara pendidikan di Australia dan Indonesia. Beberapa perbedaan tersebut meliputi Sistem pendidikan yang berbeda, dimana wajib belajar di Australia adalah 10 tahun primary dan secondari school sementara di Indonesia adalah 9 tahun SD dan SMP.Tes nasional yang dilakukan oleh pemerintah Australia adalah NAPLAN National Assessment Program-Literacy and Numeracy, yang dilakukan sebagai persiapan menuju year 10. Sementara di Indonesia, tes nasional yang dilakukan adalah UNAS, yaitu setelah menyelesaikan jenjang SD, SMP, dan guru di Australia sama dengan di Indonesia, yaitu S1 4 tahun hanya saja terdapat program khusus bagi calon guru yang sudah menamatkan S1 di luar jurusan kependidikan untuk bisa menjadi seorang guru. Di Indonesia, pernah diadakan program Akta IV, namun sudah tidak berlaku lagi. Orang yang ingin menjadi guru harus mengikuti sekolah guru atau mengambil master di bidang negara bagian di Australia memiliki cara tersendiri untuk meningkatkan profesionalitasan guru di Australia disebut dengan The Australian Teacher Education Assosiation ATEA, sementara di Indonesia disebut PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia.Beberapa permasalahan pendidikan di Australia meliputi 1 kesenjangan antara sekolah privat dan publik 2 keterbatasan teknologi dan informasi untuk anak sosio-ekonimi rendah 3 staff pengajar yang tidak mendapatkan insentif sesuai porsi kerja 4 lima puluh persen siswa sosio-ekonomi rendah mengabaikan study mereka untuk adanya pendidikan agama di Demikian lah makalah ini kami sampaikan tentang Kurikulum Australia. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada kekurangan dari materi yang saya tulis didalam makalah ini saya meminta saran dan kritik yang sangat kami butuhkan agar dimasa mendatang makalah ini dapat lebih sempurna. Dan semoga bermanfaat bagi kita semua. DAFTAR PUSTAKA 2014, januari 27. Retrieved februari 9, 2018, from sistem pendidikan di australia 2016, november 16. Retrieved februari 9, 2018, from makalah kurikulum australia 0% found this document useful 0 votes24 views19 pagesOriginal TitleSistem, Problematika dan Kebijakan Pendidikan di AustraliaCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes24 views19 pagesSistem, Problematika Dan Kebijakan Pendidikan Di AustraliaOriginal TitleSistem, Problematika dan Kebijakan Pendidikan di AustraliaJump to Page You are on page 1of 19 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 17 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

makalah sistem pendidikan di australia